Jalan-Jalan ke Banten Lama Bersama Travelikers.com

Jalan-Jalan ke Banten Lama Bersama Travelikers.com ~ Travelikers.com. Pada tanggal 21 Februari 2018 tepatnya pada hari Rabu, sekitar jam 14.28 Kami Travelikers.com mendapat kontak dari Bapak Abu Huraeroh, beliau seorang Konsumen yang tinggal di Marbella Hotel, Convention & Spa Anyer, Jl. Raya Karang Bolong KM 135, Desa Bandulu, Anyer 42466, Provinsi Banten, Indonesia (Telephone: (62-254) 602-345 / 62819.0501.8893, Fax: (62-254) 602-346, Email : reservation@marbella.co.id) yang sedang melaksanakan Training dari Dinas tempat beliau bekerja.

Konsumen Banten Tours-001
Dari Kiri ke Kanan : Bapak Sonny, Bapak H. Ridwan, Bapak Abu Huraeroh, Bapak Imam Suprayogi
(Photo oleh: Arie Gunawan ~ Travelikers.com)

Jalan-Jalan ke Banten Lama
Bersama Travelikers.com Sungguh Menyenangkan

Perjalanan ke Banten Lama dan Pelabuhan Merak

Bapak Abu Huraeroh bersama dengan 3 (tiga) orang temannya yaitu Bapak Sonny, Bapak Imam Suprayogi dan Bapak H. Ridwan berencana untuk jalan-jalan berwisata di wilayah Banten. Karena waktu sudah siang, Kami menyarankan beliau untuk Jalan-Jalan ke Banten Lama Bersama Travelikers.com dengan berkunjung ke Obyek Wisata Religi Banten Lama dan Pelabuhan Merak. Setelah terjadi kesepakatan, selanjutnya Team Kami mengarah ke Marbella Hotel, Convention & Spa Anyer dengan menggunakan Sedan Sport Proton Persona Gen2 Tahun 2013 untuk menjemput dan kita arahkan ke Banten Lama. Perjalanan penjemputan berawal dari Kantor Cabang Travelikers Tours & Travel di Jl. Pangeran Antasari No.115, Kel. Masigit, Kec. Jombang, Kota Cilegon 42414, Provinsi Banten – Indonesia, dikarenakan sepanjang jalan menuju ke Hotel Marbella cukup jauh dan sepanjang jalan banyak melintas truk-truk dan trailer yang akan menuju ke Pelabuhan Indonesia II Ciwandan, Banten (jarak dari Kota Cilegon ke Pelindo II Ciwandan, Banten = 11 km) dan menuju ke berbagai perusahaan petrokimia di sekitar jalan menuju ke Anyer, walhasil perjalanan menuju ke Hotel Marbella sedikit tersendat, tetapi dengan kesigapan Driver Travelikers.com perjalanan bisa tembus kisaran waktu 1 Jam (tepatnya jam 15.25) Driver Travelikers.com berhasil menjemput Konsumen yang berada di Hotel Marbella (jarak dari Kota Cilegon ke Hotel Marbella = 22,4 km dengan waktu tempuh normal tidak ada kemacetan sekitar 50 Menit).

Marbella Hotel, Convention & Spa Anyer
Marbella Hotel, Convention & Spa Anyer

Beranjak dari Marbella Hotel, Convention & Spa Anyer, Kami mulai Jalan-Jalan ke Banten Lama start pada jam 15.30, melalui jalan Lingkar Selatan Anyer-Cilegon dan menuju ke jalur Serang, tepatnya depan Alun-alun Kramatwatu, Serang terdapat jalan menuju ke arah Banten Lama, Kami langsung melalui jalan ini. Kurang lebih waktu tempuh 1 Jam 10 Menit perjalanan (Jarak Marbella Hotel ke Mesjid Agung Banten Lama = 42,2 km), akhirnya Kami sampai di pelataran Mesjid Agung Banten Lama (jam 16.40) dan Kami menghentikan perjalanan dengan memarkir kendaraan di halaman pelataran Mesjid Agung Banten Lama. Tarif Portal depan sebesar Rp 10.000,- (Sepuluh Ribu Rupiah) dan Biaya Parkir selama di lokasi sebesar Rp 10.000,- (Sepuluh Ribu Rupiah).

Masjid Agung Banten Lama (Tampak Muka)
Masjid Agung Banten Lama Tampak Muka (Photo oleh: Arie Gunawan ~ Travelikers.com)

Sesampainya di Area Masjid Agung Banten Lama, Kami bergegas untuk mengambil wudhu untuk melakukan Sholat Ashar berjamaah dan setelah itu Kami berkeliling mengitari Komplek halaman Masjid Agung Banten sambil berfoto ria dan melakukan Rituil Ziarah ke Makam-Makam Sultan Banten termasuk Makam Syekh Sultan Maulana Hasanuddin. Setelah itu Kami semua melepas lelah dengan makan bakso di warung yang berada di halaman depan komplek Masjid Agung Banten Lama ini, hingga saat Maghrib tiba, Kami bergegas untuk melakukan Sholat Maghrib di dalam Mesjid Agung Banten yang Megah dan Bersejarah ini.

Bagian Dalam Masjid Agung Banten Lama
Bagian Dalam Masjid Agung Banten Lama (Photo oleh: Arie Gunawan ~ Travelikers.com)

Sejarah Masjid Agung Banten Lama

Masjid Agung Banten Lama tepatnya terletak di Kelurahan Banten, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, didirikan pada tahun 1556 dimasa kepemimpinan Syekh Sultan Maulana Hasanuddin (1552-1570). Syekh Sultan Maulana Hasanuddin merupakan Raja Pertama Kerajaan Banten yang memerintah dengan corak pemerintahan Islam dan digelari sebagai Panembahan Surosowan.

Syekh Sultan Maulana Hasanuddin
Syekh Sultan Maulana Hasanuddin

Sewaktu menjadi Raja Pertama di Kerajaan Banten pada tahun 1552, Syekh Sultan Maulana Hasanuddin kemudian membangun Masjid Agung. Kekuasaannya yang bercorak Islam terbentang dari Banten, Jayakarta, Karawang, Lampung, Indrapura sampai ke Solebar saat itu. Syekh Sultan Maulana Hasanuddin wafat pada tahun 1570 dan digantikan oleh Sultan Maulana Yusuf sebagai Raja Kedua Kerajaan Banten.

Konsumen Banten Tours-002
Dari Kiri ke Kanan : Bapak Sonny, Bapak Abu Huraeroh, Bapak Imam Suprayogi, Bapak H. Ridwan, Bapak Arie Gunawan
(Photo oleh: Kang Nur ~ Lokal Photographer)

Di komplek Masjid Agung Banten Lama terdapat menara dengan ketinggian 24 meter dengan lingkaran 20 meter. Arsitek pembangunan masjid ini adalah Lucas Cardeel pada masa pemerintahan Sultan Haji (1672-1687). Di masa sultan Haji ini juga dibangun Tiamah atau bangunan segi empat yang berarsitektur Belanda di bagian selatan. Di bangunan Tiamah ini katanya sering digunakan sebagai tempat musyawarah bagi petinggi-petinggi Kerajaan Banten saat itu.

Kulah atau Kolam Tempat Berwudhu di Halaman Depan Masjid Agung Banten Lama
Kulah atau Kolam Tempat Berwudhu di Halaman Depan Masjid Agung Banten Lama (Photo oleh: Arie Gunawan ~ Travelikers.com)

Sebagaimana bangunan Masjid Kuno, Masjid Agung Banten Lama terdapat Kulah atau Kolam yang biasa digunakan sebagai tempat berwudhu tepatnya di halaman depan masjid. Berdasarkan catatan yang menempel di dinding, renovasi terhadap masjid ini pernah dilakukan beberapa kali yaitu pada tahun 1969 oleh Bhakti Siliwangi Korem 64 Maulana Yusuf, pemugaran juga dilakukan pada tahun 1975 atas bantuan Pertamina yang waktu itu dipimpin Ibnu Sutowo, dan rehabilitasi atas bantuan masyarakat pada tahun 1991.

Makam Syekh Sultan Maulana Hasanuddin
Makam Syekh Sultan Maulana Hasanuddin (Photo oleh: Arie Gunawan ~ Travelikers.com)

Di komplek masjid ini terdapat makam Syekh Sultan Maulana Hasanuddin, Sultan Maulana Muhamnad Nasaruddin, Pangeran Ratu (istri Syekh Sultan Maulana Hasanuddin), Sultan Abu’l Fadhl Muhammad Yahya dan Sultan Abu Nasir Abdul Kohar atau yang dikenal sebagai Sultan Haji, dan Sultan Abul Mufakhir Muhammad Aliyudin, dan Sultan Ageng Tirtayasa.

Setiap tahunnya, ribuan orang biasanya datang ke Masjid Agung Banten untuk melakukan ziarah. Setiap hari libur, para peziarah datang mendoakan Syekh Sultan Maulana Hasanuddin atau ke makam-makam di komplek masjid tersebut. Khusus di malam Jumat, biasanya akan lebih ramai orang yang datang ke sini.

Pengurus kenadziran Masjid Agung Banten, Tb. Abbas Wasse mengatakan kegiatan di masjid ini relatif sepi bila memasuki bulan puasa. Namun, ketika memasuki bulan Syawal, ribuan orang selalu datang untuk berziarah ke Makam para Sultan Banten. Memasuki hari ke-29 di bulan Ramadhan, warga juga datang ke Masjid Agung karena bertepatan dengan Khaul Syekh Sultan Maulana Hasanuddin. “Saat itu diadakan juga Khataman Al-Quran 30 Juz,” katanya saat ditemui Travelikers.com, Rabu (21/2/2018).

Menurutnya, ada beberapa ciri khas masjid Agung Banten yang memiliki makna tersendiri. Menara yang berada di depan masjid merupakan lambang huruf Alif dengan maksud Islam. Menara itu digunakan pada jaman dahulu sebagai tempat melakukan Adzan. Sedangkan tiang yang totalnya ada 24 menandakan satu hari 24 jam.

Selain itu, Masjid Agung Banten juga memiliki pintu yang relatif pendek. Itu menurut Tubagus Abbas Wasse menandakan siapapun yang masuk ke masjid harus menunduk dan tidak boleh sombong di mata Allah SWT.

“Kalau kita lihat itu Pintu Masuk Masjid, Kecil dan Pendek, artinya ketika siapapun sudah masuk ke depan Masjid tidak melihat Pangkat dan Kedudukan, mau Presiden, Jendral, Pejabat dan siapapun akan masuk dengan menunduk” katanya.

Setiap hari, di Kenadziran Masjid Agung Banten menyediakan kurang lebih 20 Muzawwir atau orang yang membantu berdoa saat berziarah. Masing-masing 10 orang di bagian utara untuk komplek makam Syekh Sultan Maulana Hasanuddin dan 10 orang di selatan atau di makam Sultan Abul Mufakhir Muhammad Aliyuddin.

Banten di masa kerajaan pernah jaya dan diperhitungkan dunia, khususnya Eropa. Orang-orang Portugis sengaja berlayar ke Banten untuk mencari rempah-rempah. Banten kala itu menjadi pusat perdagangan, geliat ekonomi masa kerajaan melaju pesat hingga Banten pernah mempunyai mata uang sendiri.

Masa kejayaan itu berkisar antara 1552-1570 Masehi. Syekh Sultan Maulana Hasanuddin menjadi raja yang membawa Banten dikenal dunia. Mulai dari kekayaan alamnya hingga sektor maritim. Pelabuhan Karangantu sempat menjadi persinggahan kapal-kapal para saudagar baik dari negeri Cina maupun Eropa.

Sisa-sisa reruntuhan bangunan kerajaan masih menyimpan catatan sejarah. Mulai dari sisa bangunan Keraton Surosowan hingga Keraton Kaibon tempat bermukimnya para raja. Julukan Tanah Jawara masih melekat untuk Banten. Kesenian debus dan pencak silat menjadi budaya turun temurun diwarisi sejak zaman kerajaan. Budaya kebal bacok itu kini menjadi warisan budaya yang dimiliki oleh Banten.

Demi menjaga kearifan lokal dan seni tradisional Banten, Kenadziran atau Pemangku Adat Banten menggelar Festival Keraton Surosowan. Gelaran tersebut tak lain untuk mengingatkan sejarah leluhur bahwa di masanya Banten pernah berjaya. Baik di kehidupan sosial, ekonomi, dan budayanya. Festival tahunan tersebut mengundang raja-raja se-Nusantara. Mulai dari Cirebon hingga Ternate. Para sepuh kerajaan hadir dalam rangka bersilaturahmi.

Ketua Kenadziran Kesultanan Banten, Tubagus Abbas Wase mengatakan, sudah lama Banten tertidur lelap baik semangat perjuangan maupun budayanya. Melalui acara yang dibalut dengan tema-tema kebudayaan, pihak kenadziran mencoba ingin mengingatkan dan menyadarkan kembali masyarakat Banten akan budaya dan kearifan lokal.

“Festival Keraton Surosowan 2017 adalah titik awal dari panjangnya sejarah Kesultanan Banten. 1552-1570 sampai sekarang di 2017, Kesultanan Banten tertidur, Kami kearifan lokal sebagai ketua umum lembaga pemangku adat kesultanan Banten insyaallah melalui Festival Keraton Surosowan ini kita mulai membangkitkan kultur budaya kesultanan Banten ini,” katanya di saat menyampaikan pidato pembukaan Festival Keraton Surosowan 2017 di halaman Masjid Agung Banten.

Keraton Surowosan dan Masjid Agung Banten serta menara Banten sudah menjadi ikon Tanah Jawara. Situs-situs sejarah di kawasan Banten Lama hingga kini masih berdiri kokoh meski hanya tersisa bangunan pondasi. Seperti di Keraton Surosowan dan Keraton Kaibon.

“Dan ini harusnya menjadi kebanggaan masyarakat Banten. Kalau ada yang mencalonkan Bupati, kalau ada yang mencalonkan Wali Kota, mencalonkan DPR itu pasti di belakang photonya ada gambar Menara Masjid Banten,” tuturnya.

Masyarakat Banten seakan mafhum bahwa kawasan Banten Lama adalah tempat singgahnya para raja. Daerah di ujung barat pulau Jawa itu tercatat sebagai daerah agamis sejak zaman kerajaan hingga kini. “Artinya, sudah kita sepakati bersama itu menjadi ikon kita bersama,” kata dia.

Melalui Festival Keraton Surosowan 2017, pemangku adat kesultanan coba menghadirkan seni-budaya Banten seperti tarian pengasal kesultanan hingga tari kolosal yang menceritakan masa-masa kesultanan.

Acara tahunan meski sebatas seremonial itu diselenggarakan dari Kamis, 9 November hingga Minggu, 19 November 2017. Tari Kolosal Surosowan hingga tari Gerabah Surosowan akan meramaikan acara pengingat kejayaan itu.

Selain itu, beberapa kesenian seperti Rampak Bedug dan Pagelaran Debus turut hadir menambah keseruan. Masyarakat pun dipersilakan menikmati suguhan acara yang secara khusus disediakan oleh pemangku adat kesultanan.

Galeri Photo di Masjid Agung Banten Lama

Pintu Masjid Banten Lama
Pintu Masjid Banten Lama (Photo oleh: Arie Gunawan ~ Travelikers.com)
Tempat Wudhu Masjid Agung Banten
Tempat Wudhu Masjid Agung Banten (Photo oleh: Arie Gunawan ~ Travelikers.com)
Tempat Ziarah Makam Syekh Sultan Maulana Hasanuddin
Tempat Ziarah Makam Syekh Sultan Maulana Hasanuddin (Photo oleh: Arie Gunawan ~ Travelikers.com)
Makam Sultan Kerajaan Banten
Makam Sultan Kerajaan Banten (Photo oleh: Arie Gunawan ~ Travelikers.com)
Konsumen Banten Tours-003
Banten Tours Februari 2018 (Photo oleh: Arie Gunawan ~ Travelikers.com)
Konsumen Banten Tours-004
Banten Tours Februari 2018 (Photo oleh: Arie Gunawan ~ Travelikers.com)
Banten Tours Februari 2018 (Photo oleh: Arie Gunawan ~ Travelikers.com)
Banten Tours Februari 2018 (Photo oleh: Arie Gunawan ~ Travelikers.com)
Banten Tours Februari 2018 (Photo oleh: Arie Gunawan ~ Travelikers.com)
Banten Tours Februari 2018 (Photo oleh: Arie Gunawan ~ Travelikers.com)
Banten Tours Februari 2018 (Photo oleh: Arie Gunawan ~ Travelikers.com)
Banten Tours Februari 2018 (Photo oleh: Arie Gunawan ~ Travelikers.com)
Banten Tours Februari 2018 (Photo oleh: Arie Gunawan ~ Travelikers.com)
Banten Tours Februari 2018 (Photo oleh: Arie Gunawan ~ Travelikers.com)
Banten Tours Februari 2018 (Photo oleh: Arie Gunawan ~ Travelikers.com)
Banten Tours Februari 2018 (Photo oleh: Arie Gunawan ~ Travelikers.com)
Banten Tours Februari 2018 (Photo oleh: Arie Gunawan ~ Travelikers.com)
Banten Tours Februari 2018 (Photo oleh: Arie Gunawan ~ Travelikers.com)
Banten Tours Februari 2018 (Photo oleh: Arie Gunawan ~ Travelikers.com)

Perjalanan dari Banten Lama ke Pelabuhan Merak

Setelah Kami melaksanakan Sholat Maghrib berjamaah di Masjid Agung Banten Lama, Kami melanjutkan perjalanan menuju ke Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten. Jarak dari Banten Lama ke Pelabuhan Merak kurang lebih 39 km, kami tempuh dalam kurun waktu kurang lebih 1 (satu) Jam (start jam 19.05 sampai jam 20.00). Sesampainya di Pelabuhan Merak, Kami langsung menuju ke Area Parkir dan memberhentikan kendaraan untuk berjalan menuju ke Pelabuhan. Namun, walhasil saat Kami berkunjung (Rabu, 21 Februari 2018) Lokasi Pintu Masuk menuju ke Pelabuhan sudah di renovasi sehingga hanya penumpang yang memiliki tiket Kapal Ferry yang bisa akses menuju ke Pelabuhan. Sungguh sangat disayangkan hal ini, karena terakhir Travelikers.com berkunjung ke Pelabuhan Merak sekitar bulan Desember 2017 masih terbuka untuk umum akses hingga ke dekat dermaga penyeberangan Kapal Ferry. Hal ini tidak menyurutkan hati para Konsumen Travelikers.com karena mereka berprinsip sudah menginjak wilayah Pelabuhan Merak sudah cukup walaupun tidak dapat melihat lalu lintas kapal ferry yang sedang berlabuh, mereka sudah sangat senang. Setelah beberapa menit Kami stay di Pelabuhan Merak, perjalanan Kami lanjutkan kembali.

Pelabuhan Penyeberangan Merak
Pelabuhan Penyeberangan Merak (Photo oleh: Arie Gunawan ~ Travelikers.com)

Wisata Kuliner di Krakatau Junction, Kota Cilegon – Banten

Setelah beberapa saat singgah di Pelabuhan Merak, perjalanan Kami lanjutkan kembali menuju ke Krakatau Junction untuk berwisata kuliner karena para Konsumen sudah cukup keroncongan perutnya. Travelikers.com mengarahkan Konsumen menuju ke Krakatau Junction untuk wisata kuliner, karena memang di area ini cukup banyak tersedia makanan beraneka ragam dari masakan tradisional sunda, masakan makanan laut (sea food), minuman juice segar hingga kopi tersedia semuanya disini, intinya beraneka ragam makanan tersedia disini. Tersedianya tempat duduk yang sangat banyak dan tersedianya kios-kios penghidang makanan yang serba ada ini, membuat banyak pilihan, walaupun tempat duduk yang ditempati jauh dari tempat dimana makanan dipesan, tetap pelayan akan mengantarkannya.

Krakatau Junction, Kota Cilegon - Banten
Krakatau Junction, Kota Cilegon – Banten

Krakatau Junction adalah Pusat Pertokoan & Bisnis yang dikelola oleh Primer Koperasi Karyawan Krakatau Steel (PRIMKOKAS), dibangun pada tahun 2010, terletak di Jalan KH. Yasin Beji Komplek Perumahan Karyawan Krakatau Steel, Kota Cilegon, Banten. Di sekitar Krakatau Junction, terdapat Objek Wisata Krakatau Junction Infinite Jogging Track yang merupakan salah satu tempat wisata yang berada di Desa Kotabumi, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon, Banten, Indonesia. Objek Wisata Krakatau Junction Infinite Jogging Track di Cilegon, Banten adalah tempat wisata yang ramai dengan wisatawan pada hari biasa maupun hari liburan. Tempat ini sangat indah dan bisa memberikan sensasi yang berbeda karena lokasi ini memiliki keindahan yang tiada duanya. Objek Wisata Krakatau Junction Infinite Jogging Track di Cilegon Banten ini adalah tempat jalan santai yang berada di kawasan perumahan Krakatau Steel (KS) yg letaknya tepat di belakang Krakatau Junction.

Perjalanan Pulang ke Marbella Hotel, Convention & Spa Anyer

Sekitar 1 Jam para Konsumen Travelikers.com asal Pekalongan ini berada di Krakatau Junction, Kota Cilegon, Banten untuk bersantap makan malam, selanjutnya perjalanan dilanjutkan kembali pulang ke tempat peristirahatan di Marbella Hotel, Convention & Spa Anyer. Sesampainya di Marbella Hotel, Convention & Spa Anyer, maka berakhirlah Jalan-Jalan ke Banten Lama Bersama Travelikers.com.

Travelikers.com berharap Konsumen “Jalan-Jalan ke Banten Lama Bersama Travelikers.com” ini benar-benar menikmati Wisata Petang yang walaupun terlaksana dalam waktu singkat, dapat memberikan kesan tersendiri di hati para Konsumen Travelikers.com. Sebagai referensi untuk dapat memilih berbagai Paket Wisata Tours & Travel Travelikers.com, silahkan kunjungi Link berikut: Go Trip Travelikers.com.

Travelikers.com

Blog Travelikers.com is The Best Tours & Travel Information For You

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.